Seperti yang diketahui bahwa berkuda menjadi salah satu kegiatan olahraga. Di sebut dengan istilah pacuan kuda atau balapan kuda. Perlombaan ini banyak dijumpai di beberapa negara seperti di Amerika, Irlandia, Australia, Inggris dan lainnya. Untuk di Indonesia sendiri, pacuan kuda sudah terdaftar ke dalam Pekan Olahraga Nasional atau PON. Bahkan sudah masuk juga ke deretan perlombaan di Asian Games 2018.

Sama halnya dengan pertandingan olahraga lain, pacuan kuda ini memiliki tingkatan kelas. Grade tersebut berlaku untuk setiap pemain yang telah memenangkan balapan dan mengikuti tahap selanjutnya. Berikut posisi tingkatan pada pacuan kuda:

• Maiden Race yaitu tingkatan balap kuda bagi pemuka
• Kelas D berada di satu tingkat di atas level maiden race
• Kelas C berada di satu level di atas kelas D
• Kelas B
• Kelas A
• Grade III
• Grade II
• Grade I merupakan level tertinggi dalam balapan kuda. Untuk bisa memasuki grade I, setidaknya peserta sudah masuk ke grade III. Pada tingkat I ini dibagi menjadi dua kelas yaitu untuk kuda lokal dan internasional.

Baca juga : Mengenal Pacuan Kuda Dari Beberapa Negara

Adanya tingkatan level tersebut, bila kuda mengalami kemajuan akan naik ke tingkat berikutnya begitu juga sebaliknya. Batas penurunan kelas ada di level D. Kalaupun tidak masuk ke lima besar, maka akan tetap berada di kelasnya. Semakin bagus level yang diperoleh maka akan semakin mahal juga harganya.

Benar sekali, kuda pacuan mempunyai penawaran harga yang menarik. Kuda yang luar biasa akan ditawar harga mahal. Meskipun demikian, peminat dari kuda hebat tersebut tidak berkurang. Bahkan di negara lain, ada yang mengadakan perlombaan pacuan kuda secara rutin hingga beberapa kali dalam setahun.

Baca juga : Melihat Balap Sepeda Juors de Dunkerque Sebagai Pengisi Waktu Liburan

Dari kuda kelas pemula agar bisa menjadi kuda pacuan hebat semua tidak lepas dari latihan dan latihan. Pemain atau joki dan kuda tersebut harus berlatih secara rutin. Biasanya ada mentor yang turut serta. Joki beserta kuda itu akan dilatih dalam beberapa hal. Seperti berlari cepat, melompat melintasi rintangan, berbelok, menikung, berhenti dan lainnya. Memang kuda paling cepat di garis akhir adalah pemenangnya.

Namun dalam setiap perlombaan, bukan hanya mengandalkan kecepatan saja. Ada hal penting lainnya yang harus diperhatikan yaitu bagaimana cara joki mengontrol kudanya. Dimana pemain harus dihadapkan pada arena pacuan tidak menentu. Saat mengikuti balapan, joki harus mengatur kuda tersebut untuk bisa berada di arena serta sampai di garis finish dengan cepat. Keseimbangan dan konsentrasi tinggi sangat dibutuhkan agar bisa bermain dengan baik. Jika lengah sedikit saja, resiko terjatuh dari kuda bisa terjadi kapan saja. Oleh karena itu, pelatihan kuda pacuan harus teratur dan dipantau oleh pelatih.